Example 728x250
Berita

Isu BUMN Diubah Jadi Koperasi Apa Dampaknya? Ini Kata Serikat Pekerja : PikirpediaEconomy

×

Isu BUMN Diubah Jadi Koperasi Apa Dampaknya? Ini Kata Serikat Pekerja : PikirpediaEconomy

Share this article

[ad_1]

JAKARTA – Wacana status BUMN diubah menjadi koperasi menjadi polemik. Lalu apa dampaknya?

Ketua Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara (FSPBUN) Asmanudin Sinaga, menilai niat perubahan status BUMN menjadi koperasi yang jadi isu beberapa waktu terakhir merupakan ide yang keliru.


Dia mengatakan bahwa BUMN dan koperasi merupakan dua jenis usaha yang berbeda, baik dari sisi tujuan, operasional, kebutuhan modal, strategi bisnis, dan budaya kerja.

“Sungguh tidak mungkin kalau mau diubah begitu saja jadi koperasi. Tidak usah bicara soal bagaimana mencari keuntungan dulu. Bagaimana nasib para buruh dan pekerja seperti kami? Apa bisa diurus jika jadi koperasi? Jangan-jangan, mereka yang punya ide itu tidak mikir soal pekerja seperti kami. Jual mimpi siang bolong saja,” kata Asmanudin dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (7/2/2024).

 BACA JUGA:

Sejak transformasi BUMN dijalankan, khususnya PTPN yang sukses menggabungkan 13 perusahaan di bawah holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menjadi tiga subholding, yakni Palm Co, Sugar Co, dan Supporting Co, Asmanudin menilai banyak hal positif terjadi.

“Kini industri perkebunan kita, baik itu sawit, karet, teh, kopi dan komoditas lainnya secara nasional dari hulu hingga ke hilir, semakin baik. Dampaknya ekonomi para buruh juga meningkat. Dan kamipun bangga, atas transformasi yang terjadi. Kemudian, apabila BUMN mau dibubarkan dan jadi koperasi, apakah bisa menjamin pekerjaan dan penghasilan kami? Tidak mungkin. Jadi lupakan ide itu,” katanya.

Pengelolaan industri kelapa sawit nasional, dipandang dirinya membutuhkan terobosan dan inovasi. “Tentunya kami bangga menjadi bagian dari PTPN Group dan menjadi salah satu bagian dalam keberhasilan transformasi ini,” ungkapnya.


Follow Berita Pikirpediadi Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Pikirpediahanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Lebih lanjut Asmanudin mengatakan bahwa saat ini PTPN Group mempekerjakan sekitar 120-an ribu pegawai serta 200 ribu petani plasma sawit dan tebu rakyat yang secara konsisten berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi kepada masyarakat, perusahaan, dan negara.

“Kami mendukung sepenuhnya PTPN sebagai BUMN untuk melanjutkan program-program kerjanya dalam mengemban tugas pembangunan dan pengembangan perekonomian di Indonesia,” ujarnya.

Asmanudin menyayangkan munculnya ide tersebut, terlebih datang dari pemikiran yang dianggap seorang pakar koperasi. “Hasil diskusi itu jelas menghasilkan ide yang sembrono, ngaco, dan tidak faham apa yang dikerjakan BUMN,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan tudingan kepada dirinya soal perubahan status BUMN menjadi koperasi merupakan salah alamat.

Pasalnya, dia hanya memberikan tanggapan atas pertanyaan yang disodorkan wartawan mengenai gagasan dari tim sukses (timses) Capres-Cawapres nomor urut 1 untuk mengubah BUMN menjadi koperasi.

“Kalau saya, kan hanya menjawab dan merespons wartawan. Yang nanya bahwa pendapat itu dari tim AMIN, itu ya wartawan. Saya hanya merespons dan menjawab,” ujar Erick di Jakarta, Selasa (6/2/2024).

Sementara, Capres) nomor urut 01 Anies Baswedan membantah bahwa ide pembubaran BUMN dan diganti menjadi koperasi datang dari tim sukses (timses). Menurutnya, pembubaran perseroan negara merupakan langkah yang tidak masuk akal.

Gagasan pembubaran BUMN ramai diberitakan dan mencuri perhatian publik, pasalnya ide tersebut dirumorkan datang dari timses Capres-Cawapres nomor urut 01. Hal itu semakin mencuat setelah Menteri BUMN Erick Thohir memberikan sanggahan, setelah dikonfirmasi awak media beberapa waktu lalu.

Menurut Anies, seyogyanya Kementerian BUMN sudah memahami bahwa informasi tersebut tidak rasional, sehingga tidak perlu ditanggapi dan dikutip.

“Jagi gini, ada jenis informasi yang kalau kita mendengar sudah langsung tau ini masuk akal atau tidak. Nah kalau ada jenis informasi yang kita dengar tidak masuk akal dan dikutip oleh yang memegang kewenangan (Menteri BUMN), maka dia tidak sedang menggunakan akal sehat,” ujar Anies di tempat berbeda.


Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *