Example 728x250
Berita

Pentingnya Lihat Rekam Jejak Calon Pemimpin, Mahfud MD: Janjinya Bagus tapi Kadang Nggak Ngerti : PikirpediaNasional

6
×

Pentingnya Lihat Rekam Jejak Calon Pemimpin, Mahfud MD: Janjinya Bagus tapi Kadang Nggak Ngerti : PikirpediaNasional

Share this article



JAKARTA – Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD mengingatkan pentingnya melihat rekam jejak calon pemimpin. Pasalnya, banyak yang menebar janji manis namun tidak paham maksudnya.

Hal itu Mahfud sampaikan saat silaturahmi dan halaqoh kebangsaan di Ponpes Abu Syamsuddin, Jalan Sidotopo, Semampir, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/2/2024).

“Kalau yang berjanji, baca visi misi, kadang tidak begitu ngerti. Karena ada tim pakar yang membuatkan. Janjinya bagus, tapi terkadang nggak ngerti. Makanya, harus disesuaikan dengan rekam jejaknya,” kata Mahfud.

Mahfud melanjutkan, rekam jejak selama hidup dan karir sang calon, akan menentukan kesesuaian dengan janji dan visi misi yang dituliskannya.

Ia mengambil contoh, kalau mau jadi pemimpin sederhana tetapi hidupnya, bergelimang harta, tanahnya ratusan ribu hektar, rumahnya mewah.

“Janji kalau jadi mau melindungi HAM, gimana wong bermasalah. Mau menegakkan hukum, tapi sering melanggar hukum. Lihat latar belakangnya, hidupnya bagaimana, pernah malakukan apa saja,” ujarnya.

Mahfud menegaskan, pemilu merupakan hajatan yang penting bagi sebuah negara karena menentukan masa depan bangsa. Sebab, bangsa yang kelahiran dan konstitusinya dibidani salah satunya oleh pesantren dan kiai-kiai NU ini, wajib dipertahankan.

Jika negara maju, umat Islam yang mayoritas akan maju dengan sendirinya. Pesantren juga akan maju. Lulusannya banyak yang jadi orang.





Follow Berita Pikirpediadi Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Pikirpediahanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

“Ini karena ada tanah air, NKRI yang kosmopolit. Jadi Pemilu itu untuk menjaga negara. Pilihlah karena hati nurani dan bukan karena ditekan dan ancaman. Bukan karena kalau menang, jadi menteri, didukung jadi gubernur. Kalau nggak milih, disebar fotonya, dibongkar kasusnya,” ucapnya.

Karena itu, Mahfud mengingatkan, 14 Februari rakyat wajib datang ke TPS. Karena ini menyangkut nasib negara. Yang tak mau berpartisipasi, berarti tidak mau melindungi negara.

“Cari yang bagus. Kalau saya dipercaya saya akan berusaha dengan sekeras tenaga. Agar menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur. Merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” katanya.

Di akhir acara, 350 lebih tokoh dan kiai se Jawa Timur, dipimpin Pengasuh Ponpes Abu Syamsuddin, Dr KH. Husni Mubarok, membacakan deklarasi siap memenangkan Ganjar-Mahfud pada 14 Februari mendatang.


Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *