Example 728x250
Berita

Cek Cara Pencegahan Infeksi Cacing Pita dari Hewan Ternak : Pikirpediahealth

4
×

Cek Cara Pencegahan Infeksi Cacing Pita dari Hewan Ternak : Pikirpediahealth

Share this article



TAHUKAH Anda kalau infeksi cacing pita atau penyakit taeniasisa atau sistiserkosis menurut WHO merupakan salah satu 17 “penyakit tropis terabaikan” yang menyerang masyarakat miskin di dunia?

Data menyebuykan diperkirakan 2,5 juta orang terinfeksi cacing pita, dan ada 50.000 kematian setiap tahunnya akibat serangan cacing pita pada sistem saraf pusat. Selain kejadian ini, sering dilaporkan gejala berat infeksi cacing pita berupa meningitis atau peradangan selaput meningen otak yang sering menyebabkan epilepsi dan dapat berakhir dengan kematian.

Penyakit ini digolongkan penyakit zoonosis karena ditularkan dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Begitu bahayanya penyakit ini dan bersifat zoonosis, maka penanganan penyakit infeksi cacing pita perlu mendapat perhatian khusus.

Semakin mengkhawatirkan karena, penyakit infeksi yang bisa disebabkan dua jenis cacing pita yakni Taenia solium dan Taenia saginata. Taenia solium dengan inang antara babi, atau Taenia saginata inang antaranya sapi ini sebagian besar kasus pada umumnya adalah asimtomatik atau tanpa gejala. Meski memang ada beberapa penderita yang mengalami berbagai keluhan atau gejala.

 BACA JUGA:


Follow Berita Pikirpediadi Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Pikirpediahanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Gejala yang muncul bergantung pada bentuk cacing pita yang masuk ke dalam tubuh. Gejala yang dapat terjadi pada penderita infeksi cacing pita yaitu rasa nyeri pada perut bagian atas; berat badan turun tanpa sebab yang jelas, mual dan muntah, nafsu makan berkurang, lalu terjadi gangguan pencernaan (diare); peradangan sekitar anus, dan terlihat cacing atau telur cacing pada tinja.

Jika larva cacing bermigrasi keluar dari usus dan membentuk kista pada jaringan tubuh lain, maka penderita umumnya akan mengalami munculnya benjolan di bawah kulit; sakit kepala, batuk atau nyeri pada paru-paru, reaksi alergi terhadap larva, dan gejala syaraf termasuk kejang-kejang. Bahkan sistiserkosis di mata bisa membuat penurunan penglihatan, nyeri, dan kemerahan mata yang berulang.

Lantas apa yang bisa dilakukan sebagai pencegahan? Merujuk pada keterangan informasi dari drh. Pudjiatmokko, Ph.D Medik Veteriner Ahli Utama, Direktororat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang diterima Okezone, Sabtu (3/2/2024) pertama diagnosis taeniasis atau sistiserkosis saluran pencernaan harus dilakukan cepat dengan mengamati adanya cacing di dalam kotoran ternak, sebab di kesehatan hewan ternak, upaya pencegahan infeksi penyakit akibat cacing harus dilakukan sebelum infeksi.

Supaya bisa mengetahui adanya telur cacing dengan cara memeriksa dan mengidentifikasi telur cacing yang ada di dalam kotoran hewan ternak. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi cacing, terutama cacing yang berada pada saluran pencernaan ternak dengan cara cepat, mudah da efektif.

Nah mengingat telur cacing pita bisa masuk dalam tubuh, karena sapi mengonsumsi rumput dan air yang telah terkontaminasi oleh telur cacing pita dari kotoran hewan ternak. Maka dari itu sangat penting untuk menangani limbah kotoran tenak dengan cara yang benar agar tidak mencemari lingkungan.

Sebagai solusi,  kotoran ternak sapi bisa  digunakan sebagai pupuk organik setelah melalui proses pengomposan yang tepat. Terakhir, untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan peternak maka idealnya digelar penyuluhan tentang pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik.

Selain cara-cara di atas, demi mencegah Anda terserang infeksi cacing pita, secara umum drh. Pudjiatmokko, Ph.D menyarankan sederet tips pencegahan, yakni rutin encuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah menggunakan toilet; mengganti popok, sebelum makan atau mengolah makanan, mencuci sayuran dan buah-buahan hingga bersih sebelum dimakan.

Selanjutnya, memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi sudah dimasak hingga matang, khususnya ketika bepergian ke tempat dengan kasus taeniasis atau sistiserkosis tinggi.

Example 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *